Akpar Majapahit Ramaikan MTF 2013 di Grand City

          AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk kali kedua tahun ini meramaikan gelaran Majapahit Travel Fair (MTF) 2013 di Convention Hall Grand City, mulai 16-19 Mei 2013. Pameran yang diikuti 58 peserta dari pelaku usaha tour & travel, lembaga pendidikan (yang punya program studi pariwisata) dan instansi pemerintah (dinas-dinas pariwisata kabupaten/kota di Jatim dan luar Jatim).

 

          MTF 2013 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jatim Soekarwo ini betul-betul dimanfaatkan oleh Akpar Majapahit untuk mengenalkan berbagai kelebihan lembaga pendidikan sebagai sekolah perhotelan dan pariwisata yang kampusnya di Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya.

 

          Selain itu, Akpar Majapahit juga memanfaatkan agenda tahunan pameran wisata andalan Jatim ini untuk menjaring calon mahasiswa baru sekaligus sebagain sarana promosi bagi lembaga pendidikan yang ingin mencetak SDM yang andal di bidang perhotelan dan pariwisata.

 

          ”Di ajang MTF 2013, kami memamerkan miniature candi –logo Akpar Majapahit—yang disusun dari berbagai kue tradisional seperti putu ayu, kue mangkok dan sebagainya dengan tema Green Tourism,” kata Koordinator Pameran dan Promosi Akpar Majapahit Hendrik Adrianus. Miniatur candi dari susunan kue tradisional ini merupakan kreasi Renny Savitri (dosen Akpar Majapahit) bersama 10 mahasiswa.

 

          Dalam kesempatan itu, pihaknya juga unjuk kebolehan dengan menggelar demo membuat kue-kue sederhana (simple) seperti pop cake dan mini cup cake. Kue-kue tersebut selanjutnya dibagikan cuma-cuma kepada setiap pengunjung yang mampir ke stan Akpar Majapahit.

 

          Dalam ajang pamerran MTF 2013, Akpar Majapahit menempati dua stan dengan luas total 18 M2. Selama pameran, petugas yang jaga stan sibuk membagikan brosur dan menjelaskan keunggulan lembaga pendidikan Akpar Majapahit, menayangkan video kegiatan mahasiswa di kampus, laboratorium hingga gambaran program tour mahasiswa.”Selama pameran tersebut, kami sedikitnya bisa menjaring empat calon mahasiswa baru (maba) yang berniat kuliah di Akpar Majapahit,” ungkapnya.

 

          Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur I Akpar Majapahit Hedy W. Saleh menambahkan, tujuan Akpar Majapahit berpartisipasi dalam ajang MTF ke-14 tahun ini bertujuan agar secara nyata bisa berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata. Pasalnya, kegiatan MTF ini merupakan suatu ajang promosi pariwisata tahunan yang menjadi salah satu event besar di Jatim, berskala nasional bahkan internasional.

 

          Tidak hanya itu, gelaran MTF adalah suatu kesempatan bagi Akpar Majapahit untuk berpartisipasi  agar seluruh komponen bisa mengenal bahwa di Surabaya tepatnya di Jl Raya Jemursari 244 ada sekolah perhotelan dan pariwisata yang berkualitas.

 

          Akpar Majapahit sebagai lembaga pendidikan tinggi perhotelan dan pariwisata dapat menciptakan lulusan SDM yang memenuhi standar kualitas dan kompetensinya betul-betul dibutuhkan pelaku usaha pariwisata, perhotelan dan tour & travel.

 

          Sementara itu, dalam pembukaan MTF 2013 di Grand City, Gubernur Soekarwo mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berkomitmen untuk terus menerus mempromosikan destinasi wisata yang ada di Jatim yang diharapkan bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendongkrak perekonomian daerah dan perputaran bisnis.

 

          Sekjen DPD Asita Jatim Nanik Sutaningtyas menambahkan, seluruh buyer yang ikut gelaran MTF 2013  kali ini adalah 12 buyer yang sudah terseleksi. Mereka adalah perusahaan yang memang benar-benar mau menjual pariwisata Jatim di Negaranya masing-masing.

 

          ”Sebenarnya banyak yang mau ikut, tetapi ada juga buyer yang kami tolak karena buyer yang ikut MTF kali ini adalah mereka yang serius menjual pariwisata Jatim. Tujuannya agar MTF tepat sasaran dan benar-benar bisa menjual pariwisata Jatim ke mancanegara,” ulasnya.

 

          MTF kali ini akan dipertemukan dengan 70 seller dari industry pariwisata Jatim dan sekitarnya yang dikemas dalam acara Travel Exchange (Travex). Ke-70 seller atau penjual tersebut datang dari Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Batu, Jember, Bandung, Jakarta, Banjarmasin, Yogyakarta, Magelang, Bali, Semarang, Bogor, Palembang, Mataram (Lombok), Cirebon Dan Bangka Belitung. (ahn)

Kategori: