Berbusana ala Cak dan Ning di Akpar Majapahit

 

Peringati HUT ke 720 Kota Surabaya

 

          UNTUK  meramaikan perayaan Hari Jadi ke-720 Kota Surabaya, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit (program studi kulinari, tour & travel dan perhotelan), yang jatuh hari ini, 31 Mei 2013, segenap civitas akademika Akpar Majapahit mengenakan busana khas Surabaya, layaknya Cak dan Ning Surabaya.

 

          Apresiasi yang ditunjukkan oleh civitas akademika Akpar Majapahit ini sebagai bentuk partisipasi aktif lembaga pendidikan yang berlokasi di Jl Raya Jemursari 244 Surabaya meramaikan perayaan Hari Jadi ke 720 Kota Surabaya, dengan menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya.  ”Hari ini seluruh civitas akademika Akpar Majapahit terutama karyawati di front office tampil beda dari biasanya. Kami berbusana layaknya Cak dan Ning Surabaya. Keren dan cantik-cantik khan,” kata Anggit Krismahani, Humas dan Marketing  Akpar Majapahit  di kantornya, Jumat (31/5).

 

          Busana yang dikenakan adalah pakaian khas Surabaya Tempoe Doeloe (tempo dulu), yaitu Udeng Batik Pinggir Modang Putih warna hitam tiga tingkat dengan pancot miring. Jas tutup badan dengan asesoris, Rantai Jam dengan bendel hiasan, kain jarit Parikesit, Rawon atau Gringsing Wiron dan mengenakan terompah bagi Cak Surabaya.

 

          Sedangkan Ning Surabaya, mengenakan sanggul bentuk gelung rambut biasa, kebaya dan kerudung berenda, kain sarung batik pesisir dan selop tutup serta mengenakan asesoris anting-anting panjang, binggel dan gelang emas, peniti renteng, celak mata dan pacar.

 

          Marketing Akpar Majapahit Cicilia Setyawati menambahkan, atensi pihak Akpar Majapahit dalam menyemarakkan HUT ke 720 Kota Surabaya karena pihaknya ingin kota Surabaya semakin nyaman, bersih dan hijau. Surabaya menjadi kota metropolitan yang terus tumbuh kembang mengikuti denyut kehidupan masyarakat perkotaan yang modern.

 

          Sejauh ini Surabaya merupakan kota multietnis yang kaya budaya. Beragam etnis ada di Surabaya seperti etnis Melayu, China (Tionghoa), India, Arab dan Eropa. Etnis Nusantara pun dapat dijumpai, seperti Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi yang membaur dengan penduduk asli Surabaya membentuk pluralism budaya, yang selanjutkan menjadi ciri khas kota Surabaya yang sekarang genap berusia 720 tahun. Sebagian besar masyarakat Surabaya adalah orang Surabaya asli dan orang Madura.

 

          Ciri khas masyarakat asli Surabaya adalah mudah bergaul. Gaya bicaranya sangat terbuka. Walaupun tampak seperti bertemperamen kasar, masyarakat Surabaya boleh dibilang sangat demokratis, toleran dan senang menolong orang lain. Inilah yang membedakan kota Surabaya dengan kota-kota di Indonesia.

 

          Bahkan ciri khas ini sangat kental mewarnai kehidupan pergaulan sehari-hari. Sikap pergaulan yang sangat egaliter, terbuka, berterus terang, kritik dan mengkritik merupakan sikap hidup yang dapat ditemui sehari-hari. Bahkan kesenian tradisional dan makanan khasnya pun mencerminkan pluralism budaya Surabaya.

 

          Budaya daerah, tradisi dan gaya hidup (life style) yang berbeda di setiap daerah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung. Budaya daerah ini antara lain kesenian, pakaian adat, upacara adat, gaya hidup dan kepercayaan.

 

          Budaya Surabaya yang terkenal antara lain Undukan Doro, Musik Patrol dan Manten Pegon. Salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melestarikan budaya kota Surabaya adalah dengan pemilihan Cak dan Ning Surabaya, yaitu Duta Budaya kota Surabaya. Berikut petikan lagu fenomenal yang akrab di telinga warga kota Pahlawan:

 

Re kayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan

Rek kayo rek rame rame bebarengan

Mangan tahu jok dicampur nganggo timun

Malam Minggu

Nggak apik digawa nglamun…

 

          Nah, daripada melamun, lebih baik berburu makanan khas Surabaya, seperti Semanggi Surabaya, Rujak Cingur, Lontong Balap, Kupang Lontong, Soto Ayam, Sate Kelapa, Tahu Campur dan menu nikmat penggoyang lidah lainnya. Dijamin enak tenan. Mau mencoba, silakan merapat ke Maja Café sekarang juga! (ahn)

Kategori: