Kunjungan Runner Up Master Chef Agus Sasirangan


Dari Menengok Alat Industri hingga Mencicipi Hidangan Karya Siswa

AKPAR Majapahit-Surabaya

 

          Suasana Akpar Majapahit yang terletak di Graha Tristar, Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya agak sedikit berbeda. Kedatangan Runner up Master Chef 2011, Agus Gazali Rahman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Agus Sasirangan membuat suasana menjadi lebih hangat.

Awalnya, Chef Agus Sasirangan datang untuk mencari alat industri berupa plastic sealer yang akan digunakan untuk mengemas keripik galuh kreasinya. Namun hangatnya sambutan dari sang pemilik, Ir. Juwono Saroso membuat Chef Agus Sasirangan ingin mengenal lebih dalam tentang AKPAR Majapahit.  

Dikarenakan kedatangan Chef Agus Sasirangan di hari Sabtu, kelaspun terisi oleh siswa umum yang sengaja datang untuk meningkatkan ketrampilan kuliner dengan mengikuti kursus masak dan bartender sesuai tema yang telah dipilih.

          Setelah melihat dan mempraktikkan cara kerja plastic sealer, Chef Agus pun berkeliling mengunjungi tiap kelas yang ada di AKPAR Majapahit. Saat memasuki kelas pertama, beberapa peserta yang sedang asyik membuat roti unyil merasa surprise dengan kedatangan Chef Agus Sasirangan.

          Dari kelas kursus Roti Unyil, Chef Agus Sasirangan mengunjungi kelas kursus masak lainnya, seperti kelas kursus Mi, kelas kursus Mereque, kelas kursus Lumpia, kelas kursus hidangan Vegetarian, kelas kursus Kreasi hidangan Kepiting, hingga kelas Bartender. Menariknya, siswa yang mengikuti kursus kala itu tak hanya datang dari Surabaya saja, ada siswa yang datang dari Malang, Jakarta, Palu, Mataram, bahkan Kalimantan.

          Saat mengunjungi kelas kursus masak, Chef Agus Sasirangan pun ikutan mencoba membuat Mie, mencicipi dendeng jamur juga menikmati kesejukan minuman hasil karya siswa yang kursus kala itu.

          Setelah mengunjungi tiap kelas kursus hingga menengok mini hotel AKPAR Majapahit, Chef Agus Sasirangan diajak makan siang dengan mencicipi kelezatan hidangan di café yang ada di dalam gedung AKPAR Majapahit. Kelebihan dari café ini, semua masakan yang dihidangkan merupakan hasil racikan para mahasiswa, dan disajikan oleh mahasiswa juga. “Semua siswa tidak hanya diajarkan tentang teori saja, dari hal yang simpel seperti yang dilakukan di café ini, mahasiswa dapat terbiasa untuk melatih ketrampilan yang mereka miliki” urai Ir.Juwono Saroso.         

Kategori: